LATIHAN PERNAFASAN DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS VITAL PARU DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA SISWA SMKN 4 SAROLANGUN JAMBI

irhas syah, Yelva Febriani, Siti Munawarah

Abstract


Abstrak

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan salah satu penyakit pernafasan akut yang penyebaran infeksinya sangat cepat berkembang hingga dinyatakan sebagai pandemi (Natalia et al., 2020). Istilah pandemi ditunjukan pada tingkat penyebarannya bukan ditunjukan pada tingkat keparahan suatu penyakitnya (Ilpaj & Nurwati, 2020). Penyebaran COVID-19 yang sudah hampir menjangkau seluruh wilayah provinsi di Indonesia sudah berdampak pada aspek kesehatan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat (Diinah & Rahman, 2020).
Akibat dari covid 19 ini yang berdampak terjadinya pneumonia yang mengakibatkan penurunan kapasitas vital paru. Selain itu penggunaan masker yang berlapis-lapis dapat mengganggu fungsi paru. Kapasitas vital paru merupakan jumlah udara maksimal pada seseorng berpindah pada satu tarikan nafas. Kapasitas ini mencangkup volume cadangan inspirasi, volume tidan dan volume cadangan ekspirasi. Penggunaan maskes yang memiliki kerapatan bahan masker dapat menurunkan kemampuan fungsi paru, selain penyakit patologis.

Masalah yang sering muncul pada Pneumonia yang dibawa ke fasilitas kesehatan dan dirawat di rumah sakit adalah distress pernapasan yang ditandai dengan napas cepat, retraksi dinding dada, napas cuping hidung dan disertai stridor (WHO, 2015). Distress pernapasan merupakan kompensasi tubuh terhadap kekurangan oksigen, karena konsentrasi oksigen yang rendah, akan menstimulus syaraf pusat untuk meningkatkan frekuensi pernapasan. Jika upaya tersebut tidak terkompensasi maka akan terjadi gangguan status oksigenasi dari tingkat ringan hingga berat bahkan sampai menimbulkan kegawatan. Penurunan konsentrasi oksigen ke jaringan sering disebabkan karena adanya obstruksi jalan napas atas dan bawah karena peningkatan produksi sekret sebagai salah satu manifestasi adanya inflamasi pada saluran napas (Hockemberry & Wilson, 2009 dalam Pahlawi et al, 2019; Danusantoso, 2016).


Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is one of the acute respiratory diseases whose infection spreads very quickly until it is declared a pandemic (Natalia et al., 2020). The term pandemic is indicated by the level of spread, not at the severity of a disease (Ilpaj & Nurwati, 2020). The spread of COVID-19, which has almost reached all provinces in Indonesia, has had an impact on aspects of health, politics, economy, social, culture, defense, security, and public welfare (Diinah & Rahman, 2020).

As a result of this covid 19 which has an impact on the occurrence of pneumonia which results in a decrease in the vital capacity of the lungs. In addition, the use of masks in layers can interfere with lung function. The vital capacity of the lungs is the maximum amount of air a person can move in one breath. This capacity includes the inspiratory reserve volume, the unconscious volume and the expiratory reserve volume. The use of masks that have a density of mask material can reduce the ability of lung function, in addition to pathological diseases.

Problems that often arise in pneumonia brought to health facilities and hospitalized are respiratory distress characterized by rapid breathing, chest wall retraction, nostril breathing and accompanied by stridor (WHO, 2015). Respiratory distress is the body's compensation for lack of oxygen, because the low oxygen concentration will stimulate the central nervous system to increase the respiratory rate. If these efforts are not compensated, there will be disturbances in oxygenation status from mild to severe levels, even to the point of causing an emergency. Decreased oxygen concentration to tissues is often caused by upper and lower airway obstruction due to increased production of secretions as a manifestation of inflammation in the airways (Hockemberry & Wilson, 2009 in Pahlawi et al, 2019; Danusantoso, 2016).

Full Text:

PDF

References


G. Alfano et al., “Rhodococcus equi Pneumonia in Kidney Transplant Recipient Affected by Acute Intermittent Porphyria: A Case Report,” Transplant. Proc., vol. 51, no. 1, 2019, doi: 10.1016/j.transproceed.2018.02.213.

D. Djojodibroto, “Respirologi (respiratory medicine,” in Respirologi (respiratory medicine, 2009.

K. Inamura, “Lung cancer: understanding its molecular pathology and the 2015 wHO classification,” Front. Oncol., vol. 7, no. AUG, 2017, doi: 10.3389/fonc.2017.00193.

R. Pahlawi and Z. Sativani, “Active Cycle Breathing Technique Terhadap Fungsional Paru Pasien Post CABG (Laporan Kasus Berbasis Bukti),” J. Keperawatan Prof., vol. 2, no. 1, 2021, doi: 10.36590/kepo.v2i1.136.

A. S. Derakhtanjani, A. A. Jaberi, S. Haydari, and T. N. Bonabi, “Comparison the effect of active cyclic breathing technique and routine chest physiotherapy on pain and respiratory parameters after coronary artery graft surgery: A randomized clinical trial,” Anesthesiol. Pain Med., vol. 9, no. 5, 2019, doi: 10.5812/aapm.94654.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Empowering Society Journal
Diterbitkan oleh LPPM Universitas Fort de Kock Bukittinggi, Indonesia

© Empowering Society Journal e-ISSN: 2775-2402