METODE PROBLEM SOLVING CYCLE DALAM MENERAPKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUNGO KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

vina novela

Abstract


Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program nasional yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan tujuan untuk memperbaiki sanitasi dasar masyarakat yang meliputi: setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat. Berdasarkan data jumlah desa stop BABS di Provinsi Sumatera Barat, sampai tahun 2011 tercatat 643 desa PAMSIMAS se Provinsi Sumbar adalah 127 desa (19,75%). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan cakupan jorong yang melaksanakan STBM terkhususnya Jamban Sehat di Jorong Balai Gadang Bawah, Kenagarian Mungo, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode Problem Solving Cycle, untuk mengkaji permasalahan rendahnya cakupan jorong yang melaksanakan STBM terkhusus Jamban Sehat . Metode ini dimulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, analisis penyebab masalah dan alternatif pemecahan masalah dan kegiatan intervensi di Jorong Balai Gadang Bawah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama dua minggu. Hasil analisis situasi, permasalahan diambil dari program kesehatan lingkungan pada Puskesmas Mungo, dan identifikasi masalah diperoleh masalahnya adalah STBM terkhsus Jamban Sehat. Kegiatan intervensi yang dilakukan adalah, penyuluhan mengenai STBM dan Jamban sehat, pemberian media informasi berupa buku saku dan leaflet, serta penempelan poster sketsa jamban sehat di polindes Tanjuang Tangah. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian ini  terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Terdapat beberapa kendala pada saat peleksanaan kegiatan intervensi yaitu: budaya masyarakat yang secara turun temurun membuang aliran tinja ke kolam bukan ke septic tank. Diharapkan petugas pukesmas, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepemilikan septic tank sebagai tempat penampungan tinja agar dapat menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat.


Full Text:

PDF

References


Afriyanti, R., Riza, Y., Arsyad, M., Banjari, A., Masyarakat, S. K., Masyarakat, F. K., Kalimantan, U. I., Arsyad, M., Banjari, A., Masyarakat, S. K., Masyarakat, F. K., & Kalimantan, U. I. (2019). KERJA PETUGAS DI PUSKESMAS TAPIN UTARA. Manajemen, 43, 1–7.

Dewi, B. R., Rahajo, S., & Adhitya, E. (2020). Perancangan Sistem Informasi Puskesmas Berbasis Web. Jurnal IKRA-ITH Informatika, 4(103), 12–19.

Harianja, H. (2018). Perancangan Aplikasi Rawat Jalan Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (Uptd) Kesehatan Benai. Jurnal Teknologi Dan Open Source, 1(1), 8–24. https://doi.org/10.36378/jtos.v1i1.8

Listiono, H., Kader, U., & Palembang, B. (2020). FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PENDAHULUAN Permasalahan pembangunan rumah ) yang mudah dijangkau oleh penghuni rumah , serta memenuhi syarat kesehatan yang telah ditentukan . Menurut Green ( 1980 ) dalam Notoatmodjo ( 2007 ), perilaku di. Ilmiah Multi Science Kesehatan, 12, 222–229.

Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 43 tahun 2019. (2019). 2.

Sataloff, R. T., Johns, M. M., & Kost, K. M. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban setelah pemicuan stbm di desa pantolobete wilayah kerja puskesmas lalundu despot kecamatan rio pakava kabupaten donggala. Kesehatan Lingkungan, 2, 316–329.

Tyas, R. C. (2020). Penentuan Prioritas Masalah Kesehatan Dan Jenis Intervensi Di Rw 13 Dan Rw 14 Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Surabaya Tahun 2018 Penentuan Prioritas Masalah Kesehatan Dan Jenis Intervensi Di Rw 13 Dan Rw 14 Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Surabaya. Jurnal Penelitian Kesehatan, 18(1), 10–13. https://doi.org/10.35882/jpk.v18i1.2


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Empowering Society Journal
Diterbitkan oleh LPPM Universitas Fort de Kock Bukittinggi, Indonesia
© Empowering Society Journal e-ISSN: 2775-2402