SCREENING DAN ISOLASI MIKROB POTENSIAL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL DARI TANAH GAMBUT CAGAR BIOSFER GIAM SIAK KECIL-BUKIT BATU RIAU

Rosa Devitria, Dini Fatmi

Abstract


Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar  alternatif yang diproduksi melalui proses fermentasi  dengan bantuan mikroorganisme. Produksi bioetanol dunia meningkat seiring dengan gejolak harga minyak. Minat untuk memproduksi etanol melalui fermentasi bahan baku yang murah, seperti lignoselulosa dari limbah pertanian, kehutanan, dan tanaman yang mempunyai kandungan biomassa tinggi makin meningkat. Produksi bioetanol dilakukan melalui tiga tahapan proses yaitu hidrolisis, fermentasi dan destilasi. Pada proses fermentasi, dilakukan dengan bantuan mikrob. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi bioetanol dari limbah tandan kosong kelapa sawit dengan bantuan bakteri yang diisolasi dari tanah gambut Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau.  Dari hasil penelitian diperoleh kadar bioetanol didapatkan sebesar 0,642% pada fermentasi selama 4 hari dan 5,61% pada fermentasi selama 6 hari.

Keywords


Bioetanol, Fermentasi, GSKBB, Tanah Gambut

Full Text:

PDF

References


Abimosourus. 2010. Menghitung Produksi Bioetanol.

http://www.teknologi.kompasiana.comterapan/menghitung.produksi-bioetanol. Diakses tanggal 23 April 2016.

Agustini, L., Ragil, S.B., Irianto., Maman, T ., dan Erdy, S. Isolat dan Karakterisasi Enzimatis Mikroba Lignoselulolitik di tiga tipe Ekosistem Taman Nasional. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi alam. Vol. 8, no.2:197-210.

Anata, W. 2014. Dinamika Pengembangan Industri Bioetanol di Indonesia.

Teknologi Bioproses. Teknik Kimia. Universitas Indonesia. Depok.

Anonim A. 2016. Mikroorganisme. (online). http://www.wikipwdia.org/wiki/mikroorganisme. diakses tanggal 23 April 2016.

Anonim B. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri.

(online). http://www.rachdle.blogsome.com. Diakses 24 April 2016.

Asmi, J. 2006. Penentuan Kondisi Optimum Fermentasi Aspergillus Oryzae untuk Isolasi Enzim Amilase pada Medium Pati Biji Nangka (Arthocarphus Heterophillus Lmk). Jurnal Biogenesis, 2(2), 55-58.

BB Litbang SDLP. 2011. Peta Lahan Gambut Indonesia. Edisi Desember 2011. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian . kementerian Pertanian. Jakarta.

Bappeda. 2014. Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu riau Indonesia.

http://www.bappeda.pekanbaru.go.id. Diakses tanggal 23 April 2016.

Fahmuddin, A dan I.G. Made Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian tanah dan World Agro Foresty Centre (ICRAF).

Fitriani. 2013. Eksplorasi Mikroba Penghasil Enzim Protease dari Sumber Air Panas Lejja Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin. Makassar.

Hermiati, E., et.al. 2010. Pemanfaatan biomassa Lignoselulosa Ampas Tebu untuk Produksi Bioetanol. Jurnal litbang Pertanian 29(4).

Herrera, S. 2006. Bonkers About Biofuels. Nature Biotechnol. 24(7): 755-760

Irfan, M. 2014. Isolasi dan enumerasi Bakteri Tanah Gambut di perkebunan kelapa Sawit PT. Tambang Hijau Kecamatan Tambang kabupaten Kampar. Jurnal Agroteknologi:Vol.5 No. 1: 1-8.

Jokowarino. 2016. Daftar daerah yang Memiliki Jumlah Lahan Gambut Terluas.

http://www.jokowarino.id. Diakses tanggal 23 April 2016.

Kaburuan, H., Hapsoh., Gusmawartati. 2014. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Penambat Nitrogen Non-Simbiotik Tanah gambut Cagar biosfer Giam Siak Bukit batu. Jurnal Agroteknologi, Vol.5 No. 1: 35-39.

Kasana, R.C., R. Salwan., H. Dhars. Dutt and A. Gulati. 2008. A Rapid and Easy Method for Detection of Microbiol. 57:503-507.

Khaira, Z.F., Yenie, E., dan Muria, S.R. 2015. Pembuatan Bioetanol dari Limbah Tongkol Jagung Menggunakan Proses Simultaneous Sacharification and Fermentation (SSF) dengan variasi Konsentrasi Enzim dan Waktu Fermentasi. JOM. F Teknik Volume 2. No. 2.

Merina, F dan Trihadiningrum. 2011. Produksi Bioetanol dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Zymomonas Mobilis dan Saccharomyces Cerevisiae. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIII. Prodi MMT. ITS. Surabaya.

Pusat Studi Ilmu Geografi. 2015. Ciri-ciri Tanah Gambut-Persebaran jenis dan Pemanfaatan. http://www.ilmugeografi.com. Diakses tanggal 23 April 2016.

Rahayu, S. 2004. Karakteristik biokimiawi Enzim Termostabil Penghidrolisis Kitin. (Online). Disertasi tidak diterbitkan. Sekolah Pasca Sarjana. IPB. Bogor. http://www.rudyct.com/pps702-ipb/og/sri-rahayu.

Riyanti, E.I. 2016. Biomassa Sebagai Bahan Baku Bioetanol. Article. University of new South Wales. https://www.reasearchgate.net. Diakses tanggal 24 April 2016.

Rudi, S.S. 2011. Pretreatment dan Hidrolisis Tandan Kosong kelapa sawit (TKKS) dengan Metode Steaming dan Enzimatik. Skripsi. Universitas Indonesia. Depok.

Sadikin, M. 2002. Biokimia enzim. Widya Medika, Jakarta.

Sari, R.S. 2016. Optimasi Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit menggunakan metode Sakarifikasi dan Fermentasi Serentak. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Sukowati, A., Sutikno., dan Rizal, S. 2014. Produksi Bioetanol dari Kulit Pisang melalui Hidrolisis Asam Sulfat. Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian volume 19. No. 3.

Suri, A., yuniarti, Y., Rumondan, B. 2013. Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kadar Bioetanol dari Fermentasi Glukosa hasil Hidrolisis Selulosa Tandan kosong Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jack) dengan HCl 30% menggunakan ragi Roti. Jurnal Saintia Kimia. Vol. 1, No. 2.




DOI: http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v3i2.101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 HUMAN CARE JOURNAL
Published by STIKes Fort de Kock Bukittinggi, Indonesia

© Human Care Journal  e-ISSN : 2528-665X P-ISSN : 2685-5798