PENGARUH STIMULUS KUTANEUS SLOW-STROKE BACK MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA LOW BACK PAIN (LBP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURAI TAJI KECAMATAN PARIAMAN SELATAN

syahrul skm mkes, naimah hayati mkes

Sari


ABSTRAK: Angka kejadian LBP hampir sama pada semua populasi masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Diperkirakan setidaknya 70% manusia menderita sakit punggung, baik kronis maupun sporadis. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian metode quasi eksperimen. Pada desain penelitian ini terdapat kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol. Pendekatan desain penelitian dengan one group pretest – posttest. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulus kutaneus slow-stroke back massage  terhadap intensitas nyeri pada penderita Low Back Pain (LBP) di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan pada tanggal 2 oktober 2017 s/d 27 Oktober 2017. Populasi dan sampel berjumlah 28 responden dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian rata-rata intensitas nyeri LBP sebelum pemberian  stimulus kutaneus  slow-stroke back massage  adalah 4,64 (skala nyeri sedang) dengan skala nyeri tertinggi 8 dan terendah 2 dan sesudah pemberian  stimulus kutaneus  slow-stroke back massage  adalah 2,21 (skala nyeri ringan) dengan skala nyeri tertinggi 5 dan terendah 0. Terdapat pengaruh stimulus kutaneus  slow-stroke back massage  terhadap intensitas nyeri pada penderita Low Back Pain (LBP) di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan dengan nilai p 0,000. Diharapkan pihak Puskesmas Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan untuk dapat menyampaikan dan mensimulasikan tehnik stimulus kutaneus slow-stroke back massage pada penderita LBP yang berkunjung ke puskesmas sehingga intensitas nyeri penderita dapat berkurang saat melakukan tehnik tersebut di rumahnya dan diharapkan pihak Puskesmas dapat menyediakan ruangan dan mengaplikasikan pelaksanaan tehnik slow-stroke back massage sebagai salah satu cara untuk mengatasi keluhan LBP pada penderita saat berkunjung ke puskesmas.


Kata Kunci


Intensitas Nyeri, Low Back Pain (LBP), Pariaman Selatan, Puskesmas Kurai Taji, Stimulus Kutaneus Slow-Stroke Back Massage

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Airaksinen, O. (2006). European Guidelines for the Management of Chronic Nonspesific Low Back Pain. European Spine Journal, 15(2), 192-300.

Adhyati, S. (2011). Pengaruh Stimulus Kutaneus Slow Stroke Back Massage Terhadap Intensitas Nyeri pada Penderita Low Back Pain di Kelurahan Aek Gerger Sidodadi, Naskah Publikasi, FK USU, Medan

Alcauffe, R. (2009). Weightlifting Injuries and Their Chiropractic Management: a Clinical Review. A Clinical Framework for Management in Journal of Sports Chiropractic & Rehabilitation, Journal of Applied p. 65-70.

Ardinata, D. (2007). Multidimensional Nyeri. Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara, 2(2), 77-81

Arikunto, S. (2010) . Prosedur Penelitian Jakarta, Rineke Cipta.

Basuki, K. (2009). Faktor Risiko Kejadian Low Back Pain Pada Operator Tambang Sebuah Perusahaan Tambang Nickel Di Sulawesi Selatan, Jurnal Promosi Kesehatan Indonesi, 4(2), 115-121

Benynda, T. (2016). Hubungan Cara Kerja Angkat Angkut dengan Keluhan Low Back Pain pada Porter di Pasar Tanah Abang Blok A Jakarta Pusat Tahun 2016, Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1-37

Brown A and Mackler L. S., (2009). Diagnosis of Mechanical LBP in a Laborer. American Physical Therapy Association, Journal of Orthopaedic & Sport Physical Therapy, California, Volume 29(10).

Dinh, E., Phan, N. L., & Ruan, K. (2011). Alternative Pain Mangement by the Use of Herbal Remedies, The American Journal of Integrative Medicine, 1 (2), 24-29

Dossey, B. M. (2008). Theory of Integral Nursing. Advances in Nursing Science, 31(1), E52-E53.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS 21 (7th ed.). Semarang: Universitas Diponegoro

Gie, Lim, T., (2010), Progresifitas Latihan Trhadap Pengurangan Nyeri. Jakarta. Gramedia

Gilliland, M. (2008). Pain Management Guidelines. Journal of Practical Nursing, 58(2), 12-15.

Hadyan, M.F. (2015). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Low Back Pain pada Pengemudi Transportasi Publik, Jurnal Majority, 4(7), 19-23

Haerawan, B.I. (2012). Perbedaan Penurunan Intensitas Nyeri antara Sebelum dan Sesudah Dilakukan Teknik Masase Kutaneus pada Pasien Post Bedah Mayor di Ruang Nusa Indah RSUD Majalengka.

Hanung M.Maul, (2008), Course of low back pain among nurses: a longitudinal study across eight years University of South Florida. Tampa, FL, USA

Hidayat, A. A.(2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta, Salemba Medika.

Huda, A. S. H. (2010). Chronic pain : A review. Journal Medicine Libanon, 58(1), 21-27.

Huldani. (2012). Nyeri Punggung. Universitas Lambung Mangkurat, Fakultas Kedokteran, Banjarmasin

Ignatavicius, D. D., & Workman, m. L. (2010). Medical - Surgical Nursing: Patient – Centered Collaborative Care. Sixth Edition, 1 & 2. Missouri: Saunders Elsevier.

Koesyanto, H. (2013). Masa Kerja dan Sikap Kerja Duduk terhadap Nyeri Punggung, Jurnal Kemas, 9(1), 9-14

Kreshnanda, P.S. (2016). Prevalensi dan Gambaran Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Wanita Tukang Suun di Pasar Badung, E Jurnal Medika, 5(8), 1-6

Kulisch, A., Bender, T., Nemeth, A., & Szekeres, L. (2009). Effect of Thermal Water and Adjunctive Electrotherapy on Chronic Low Back Pain: a Doubleblind, Randomised, Follow-Up Study. Journal of Rehabilitation Medicine, 41(1), 73-79

Kusuma, I. F. (2014). Pengaruh Posisi Kerja terhadap Kejadian Low Back Pain pada Pekerja di Kampung Sepatu, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jurnal IKESMA, 10(1), 59-66

Marvia, E. (2011). Perbedaan Pengaruh Terapi Kompres Hangat dan Teknik Slow-Stroke Back Massage terhadap Perubahan Intensitas Nyeri pada Lansia yang Mengalami Penyakit Osteoarhritis di Panti Sosial Tresna Werdha “Puspakarma” Mataram

Patrianingrum, M. (2015). Prevalensi dan Faktor Risiko Nyeri Punggung Bawah di Lingkungan Kerja Anestesiologi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung, Jurnal Anestesi Perioperatif, 3(1), 47-56

Perestroika, G.D (2014). Pengaruh Stimulasi Kutan Slow Stroke Back Massage Terhadap Perubahan Kadar Endorphin dan Nyeri Persalinan pada Ibu Inpartu di Rsud Kota Semarang, Tesis, Universitas Diponegoro Semarang

Primayanthi, A.A. (2016). Pengaruh Terapi Slow Stroke Back Massage dengan Minyak Essensial Lavender terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Low Back Pain. Jurnal Keperawatan Community of Publishing in Nursing (COPING) NERS, 36-40

Puskesmas Kurai Taji. (2016). Data Wilayah Kerja Puskesmas Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan. Pariaman.

Rahayu, D. (2015). Perubahan Tingkat Nyeri pada Pasien Primigravida Inpartu Kala I dengan Penerapan Slow Stroke Back Massage Berbasis Teori Kenyamanan Kolcaba, Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 102-109

Sakinah. (2012). Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Batu Bata di Kelurahan Lawawoi Kabupaten Sidrap, Jurnal K3 FKM UHM, 1-10

Trihartini, M. (2010). Stimulasi Kutaneus Slow-Stroke Back Massage Menurunkan Intensitas Nyeri Osteoartritis pada Lansia, Jurnal Ners, 5(1), 87-92




DOI: http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v3i3.102

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by4.footer##