EFEKTIFITAS PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN AKTIFATOR EM4 DAN MOL

Fitria Fatma, Abdi Iswahyudi Yasril

Abstract


Compost is the result of the weathering process of organic materials because interactions between the decomposing microorganisms work therein. Compost is also one of the types of organic fertilizer because it comes from decayed organic material. Based on preliminary observation which was conducted by researchers in Banto market to 5 vegetable traders the average the vegetables start to rot, wither and not sell are approximately 7 kg each time the trade takes place. To determine the effectiveness of the processing of organic waste by using EM4 an MOL. This research was pure experimental. It used the hottest group design by using the independent sample t-test. The object of this research was organic waste. It was conducted in more than one group with different forms of treatment. The results of this research obtained that average difference in processing organic waste by using EM4 and MOL activators. The average temperature by using the EM4 activator was 28.86oC.  While by using MOL was 29.36oC. Then, the average humidity by using EM4 activator was 48.79. By using MOL was 49.64 and average pH using EM4 activator and MOL were 4.93 and 5.43. In short, there are average effectiveness differences of EM4 and MOL activators. It can be seen from measurements of temperature, humidity and pH. It is recommended to the public to participate in managing waste, especially organic waste by making compost using EM4 and MOL activators.

 

Kompos merupakan hasil proses pelapukan bahan-bahan organik akibat adanya interaksi antara mikroorganisme pengurai yang bekerja didalamnya. Kompos juga merupakan salah satu jenis-jenis pupuk organik karena berasal dari bahan organik yang telah lapuk. Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan di pasar banto kepada 5 orang pedagang sayur bahwa rata-rata sayur yang mulai membusuk, layu dan tidak terjual kurang lebih 7 kg setiap kali perdagangan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengolahan sampah organik dengan menggunakan EM4 dan MOL.Penelitian ini bersifat eksperiment murni. Penelitian ini menggunakan rancangan pottest group design dengan menggunakan uji independent sample t-test. Objek dalam penelitian ini adalah sampah organik. Penelitian ini dilakukan lebih dari satu kelompok, dengan bentuk perlakuan yang berbeda. Dari hasil penelitian diperoleh perbedaan rata-rata pengolahan sampah organik dengan menggunakan aktivator EM4 dan MOL. Dimana rata-rata suhu yang menggunakan aktivator EM4 28,86o C sedangkan yang menggunakan MOL 29,36oC. Rata-rata kelembaban yang menggunakan aktvator EM4 48,79 sedangkan yang menggunakan MOL 49,64 dan rata-rata ph yang menggunakan aktivator EM4 4,93 sedangkan yang menggunakan MOL 5,43. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada perbedaan rata-rata efektifitas aktivator EM4 dan MOL dilihat dari pengukuran suhu, kelembaban dan ph. Disarankan kepada masyarakat agar ikut serta mengelola sampah terutama sampah organik dengan cara pembuatan kompos dengan menggunakan aktivator EM4  dan MOL. Artinya kedua aktivator bisa digunakan untu pembuatan kompos.


Full Text:

PDF

References


Alex, S. (2012). Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Ardiningtyas, Tri Ratna (2013), Pengaruh Penggunaan Effective Mikroorganism 4 (EM4) dan Molase Terhadap Kualitas Kompos Dalam Pengomposan Sampah Organik RSUD DR. Soetrasno Rembang. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.

Ayu, Ajeng Wandhira, Surahma Asti Mulasari. (2013). Gambaran Percobaan Penambahan EM4 dan Cucian Air Beras Terhadap Kecepatan Proses Pengomposan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 102-110.

Chandra, Budiman. (2014). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Data Status Lingkungan Hidup Daerah Sumatera Barat Tahun 2015

Indasah. (2017). Kesehatan Lingkungan Sanitasi, Kesehatan Lingkungan dan K3. Yogyakarta: Deepulish.

Kadir, Aeslina, Abdul, dkk. (2016). An Overview of Organic Waste in Composting Faculty of Civil and Enviromental Engineering, University Tun Hussein Onn Malaysia, 86400 Parit Raja, Johor, Malaysia.

Kementerian Kesehatan RI Tahun 2009.

Kohlstock, Daniel, Meyer dan Kraft, Eckhard. (2015). Organic Waste for Compost and Biochar in the EU: Mobilizing the Potensial. Resources 2015, 4, 457-475 Biotechnology in Resources Management, Bauhaus-Uniersity Weimar, Coudraystr 7, Weimar 99423, Germany.

Mulyono. (2014). Membuat MOL dan Kompos dari Sampah Rumah Tangga. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka cipta.

Nurdiyanti, Dewi. (2016). Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Pupuk Kompos untuk Penghijauan di Lingkungan Masyarakat Kota Cirebon.

Nurjazuli, Asti Awiyatul, Cut Juliana, Kartika Dian Pertiwi. (2016) Teknologi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos Cair. Jurnal Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan. 1-2.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Saefuddin. (1998). Sampah dan Penanggulangannya (Revisi Ed). Bandung: CV Titian Ilmu.

Siratul. (2018). Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Rumah Tangga. Skripsi Pendidikan Biologi, 39.

Standar Nasional Indonesia 7030-2004 Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik.

Soeryoko, Hery. 2011. Kiat Pintar Memproduksi Kompos. Yogyakarta: ANDI offset.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sutanto, Rachman. (2002). Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan (9th Ed). Yogyakarta: Kanisius.

Suwahyono, Untung. (2014). Cara Cepat Buat Kompos dari Limbah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wahyono, Sri. (2001). Pengolahan Sampah Organik dan Aspek Sanitasi. Jurnal Teknik Lingkungan, 115.

Yuniwati, Murni, Ferndy Iskarima, Adiningsih Padulemba. (2012) Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Kompos dari Sampah Organik dengan Cara Fermentasi Menggunakan EM4. Jurnal Teknik Kimia, 173-175.

Zaman, Badrus, Endro Sutrisno. Studi Pengaruh Pencampuran Sampah Domestik, Sekam Padi, Dan Ampas Tebu Dengan Metode Mac Donald Terhadap Kematangan Kompos. Jurnal Presepitasi




DOI: http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v6i1.1061

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 HUMAN CARE JOURNAL
Published by Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, Indonesia

© Human Care Journal  e-ISSN : 2528-665X P-ISSN : 2685-5798

View Human Care Journal Stats