DETERMINAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI TRADISIONAL DI JAWA TIMUR

Mursyidul Ibad, Indah Lutfiya, Indah Lutfiya, Ali Imron, Ali Imron, Mardiyono Mardiyono, Mardiyono Mardiyono

Abstract


Abstract: Determinant of Traditional Contraceptive Use in East Java. The 2002-2017 IDHS data showed an increasing percentage of traditional contraceptive users in Indonesia, including in East Java from 2.8% to 6.7%. This study aimed to analyze the determinants of traditional contraceptive use in East Java. This study was a non-randomized study with cross sectional design using 2017 IDHS secondary data. The sample study was 5,583 married reproductive age women aged 19-49 years from the 2017 IDHS data of East Java. Data were analyzed by multiple logistic regression. The determinant factors of traditional contraceptive use in 2017 IDHS data of East Java were Method Information Index (p = 0,000), age of woman (p = 0,025), education (p = 0,000), place of residence (0,004), knowledge of woman’s fertile period (p = 0,006), and information from TV (p = 0.005). While information from radio (0.142) was not related to the use of traditional contraceptives. A policy on the use of modern contraceptives is needed, which is targeted and focused on women of childbearing age married with a higher education background in urban areas. Optimizing the role of family planning counselors to increase family planning knowledge is very important in increasing the use of modern contraceptives in East Java.

 

Keywords: determinant, traditional contraceptive, married reproductive age women

 

Abstrak: Determinan Penggunaan Alat Kontrasepsi Tradisional di Jawa Timur. Data SDKI 2002-2017 menunjukkan peningkatan persentase pengguna alat kontrasepsi tradisional di Indonesia, termasuk di Jawa Timur dari 2,8% menjadi 6,7%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan penggunaan alat kontrasepsi tradisional di Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian nonreaksional dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder SDKI 2017. Sampel penelitian 5.583 WUS kawin 19-49 tahun dari data SDKI Jawa Timur 2017. Data dianalisis dengan regresi logistik ganda. Faktor determinan penggunaan alat kontrasepsi tradisional di Jawa Timur 2017 diantaranya Method Information Index (p=0,000), umur wanita (p=0,025), pendidikan (p=0,000), tempat tinggal (0,004), pengetahuan masa subur (p=0,006), dan sumber informasi TV (p=0,005). Sedangkan informasi dari radio (0,142) tidak berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi tradisional. Diperlukan kebijakan penggunaan alat kontrasepsi modern yang lebih tepat sasaran dan memfokuskan pada WUS kawin dengan latar pendidikan tinggi di perkotaan. Optimalisasi peran PKB untuk meningkatkan pengetahuan KB sangat penting dalam peningkatan penggunaan alat kontrasepsi modern di Jawa Timur.

 

Kata kunci: determinan, alat kontrasepsi tradisional, WUS kawin


Full Text:

PDF

References


Affandi, B. (2010). Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi (2nded.). Jakarta, Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Bhattarai, D. & Panta, O.B. (2013). Knowledge Attitude and Practice on Contraception in Village Women in Khotang. Journal of Nepal Health Research Council, 11(23), pp. 40-43.

BKKBN, BPS dan Kemenkes. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta, BKKBN.

BKKBN. (2013). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Jakarta, BKKBN.

BKKBN. (2003). Alat Kontrasepsi, KB dan Keluarga Sejahtera. Jakarta, BKKBN.

Brunie, A. I., Tolley E.E, Ngabo F., Wesson J., Chen M. (2013). Getting to 70%: Barriers to Modern Contraceptive Use for Women in Rwanda. International Journal Gynaecology Obstetrics, 123(Suppl 1), pp. 11-15.

Darmawati. (2013). Hubungan Iklan Keluarga Berencana (KB) di Televisi Terhadap Sikap Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD: Studi Kasus di RT 30 RW 12 Desa Simalinyang Kabupaten Kampar. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Dewi, D.T.K. (2013). Hubungan Teknik Konseling KB dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pasca Persalinan di Puskesmas Mergangsan. Skripsi, STIKES Aisyiyah Yogyakarta.

Ekoriano, M., dan Novita, F. (2018). Dinamika Pemakaian Kontrasepsi Modern di Indonesia: Analisis Data Susenas 2015. Jurnal Kependudukan Indonesia, 13(1) Juni, pp. 27-38.

Eliason, S., et.al. (2013). Factors Influencing The Intention of Women in Rural Ghana to Adopt Postpartum Family Planning. Reproduction Health, 10(1), pp. 34.

Fitriyah, N. (2017). Pilihan Fertilitas Suami dan Unmetneed KB Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Indonesia: Analisis Data SDKI 2007. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 11(1), pp. 49-54.

Garba, A. et.al. (2012). The Practice of Traditional Family Planning Among Rural Kanuri Communities of Northeastern Nigeria. International Journal of Biological and Medical Research, 3(1), pp. 1277-1280.

Habyarimana, F. and Shaun R. (2018). Spatial Analysis of Socio-economic and Demographic Factors Associated With Contraceptive Use Among Women of Childbearing Age in Rwanda. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(2383), pp. 1-15.

Handayani, S. (2010). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Irwansyah, Ekawati R. dan Ernungtyas, N.F. (2016). Efek Iklan Televisi Program Keluarga Berencana. Jurnal Komunikasi, 8(1) Juli, pp. 12-24.

Islam, M.D., Shahidul and Mahedi, H. (2016). Women Knowledge, Attitude, Approval of Family Planning and Contraceptive Use in Bangladesh. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary Research. 4(2), pp. 76-82.

Lontaan, A., Kusmiyati dan Dompas. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Damau, Kabupate. Talaud. Jurnal Ilmiah Bidan, 2(1), pp. 39-51.

Ram, F., Shekhar, C., & Chowdhury. 2014. Use of Traditional Contraceptive Methods in India and its Socio Demographic Determinants. Indian Journal Med Res, 2(1) November, pp. 17-28.

Risky dan Harsanti, T. (2016). Hubungan Faktor Pasangan Terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi IUD di Indonesia: Analisis Data SDKI 2012. Jurnal Ilmiah Widya Kesehatan dan Lingkungan, 1(2) Desember, pp. 128-134.

Setiadi & Iswanto, L. (2015). Pengambilan Keputusan Penggunaan Alat Kontrasepsi Istri dalam Keluarga. Jurnal Populasi, 23(1), pp. 20-34.

Setiasih, S., Widjanarko, B., dan Istiarti, T. (2016). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Wanita Pasangan Usia Subur di Kabupaten Kendal Tahun 2013. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(2) Agustus, pp. 32-46.

Sugiarti dan Siti. (2012). Faktor Pasangan yang Berhubungan dengan Pemilihan Jenis Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur. Skripsi, FIK Tasikmalaya

Yanti. (2009). Buku Ajar Asuhan kebidanan Persalinan. Yogyakarta, Pustaka Rihama.

Wijayaningrum dan Riono. (2014). Hubungan Status Pekerjaan terhadap Pemakaian Kontrasepsi pada Wanita Tidak Kawin. Skripsi, FKM UI Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v6i1.1107

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 HUMAN CARE JOURNAL
Published by Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, Indonesia

© Human Care Journal  e-ISSN : 2528-665X P-ISSN : 2685-5798

View Human Care Journal Stats