RIWAYAT PREMATUR DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA SATU TAHUN

rina mariyana

Abstract


Bayi yang terlahir prematur seringkali memberikan efek jangka panjang maupun jangka pendek bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang lahir prematur sampai usia 1 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Teknik yang digunakan dengan total sampel sebanyak 30 responden. pada anak yang dilahirkan prematur, sampel yang diambil pada anak usia 1 tahun. Hasilnya terdapat perbedaan proporsi kejadian suspek keterlambatan perkembangan pada anak yang terlahir prematur (p value = 0,005, OR 17). Anak yang terlahir prematur akan berisiko mengalami suspek keterlambatan perkembangan

 

 


Keywords


Tumbuh, kembang, prematuritas, Anak

Full Text:

PDF

References


Blencowe, H., Cousens, S., Oestergaard, M., Chou, D., Moller, A. B., Narwal, R., . . . Lawn, J. E. (2012). National, regional and worldwide estimates of preterm birth. Lancet, 9, 2162-2172. diunduh dari http://www.WHO. Int.com.

Damayanti M. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) Anak. Sari Pediatri. 2006; 8(1): 9-15.

De Graaf-Peters, V. B, Hadders-Algra, M. (2006). Ontogeny of the human central nervous system: What is happening when?. Journal Early Human Development. 82: 257-266.

Glascoe FP. Parents' Concerns About Children's One to Under Six Years Old. Journal of the Medical Develop Association Thailand. 2005; 88(1): 86-90.

Gutbrod, T., Wolke, D., Soehne, B., Ohrt, B., & Riegel K. (2000). Effects of gestation and birth weight on the growth and development of very low birthweight small for gestational age infants: A matched group comparison. Arch Disability Children Fetal Neonatal. 82(3): F208-14

Rijken, M., Stoelhorst, G. M., Martens, S. E., van Zwieten, P. H., Brand, R., Wit, J. M., & Veen, S. (2003). Mortality and neurologic, mental, and psychomotor development at 2 years in infants born less than 27 week’ gestation: The leiden follow up project on prematurity (Abstract). Pediatrics, 112(2), 351-358. diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov

Soedjatmiko. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Indonesia; 1990. Kembang Balita. Sari Pediatri. 2001; 3(3): 175-188.

Volpe, J. J. (2006). Neurology of the newborn. Edisi ke 5. Philadelphia: Elsevier Saunders.

WHO (2012). Born too soon, the global action report on preterm birth. diunduh dari http://www.who.int

Wong, D. L., Hockenberry, M., Wison, D., Winkelstein, M. L., & Schwartz, P. (2009). Buku ajar keperawatan pediatrik. Volume 1. Jakarta: EGC.

Yuliana, (2017) ‘, faktor yang mempengaruhi kematian bayi prematur di indonesia, 1(November).




DOI: http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v3i3.217

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 HUMAN CARE JOURNAL
Published by STIKes Fort de Kock Bukittinggi, Indonesia

© Human Care Journal  e-ISSN : 2528-665X P-ISSN : 2685-5798