PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) DENGAN MODALITAS ULTRASOUND(US) DAN TERAPI LATIHAN

Nenti may sembiring, raden eko legstyanto

Abstract


Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah entraptment neurophaty yang terjadi akibat adanya penekanan nervus medianus pada saat melalui terowongan karpal di pergelangan tangan tepatnya di bawah  fleksor retinaculum. Tujuan : Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi keluhan nyeri, gangguan sensibilitas berupa kesemutan, meningkatkan LGS, meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan otot dan kemampuan fungsional tangan pada kasus Carpal Tunnel Syndrome Dextra dengan menggunakan modalitas Ultrasound (US) dan Terapi Latihan. Metode : Studi kasus dilakukan dengan pemberian modalitas Ultrasound (US) dan Terapi Latihan dilakukan selama 5 kali terapi. Hasil : Setelah dilakukan 5 kali terapi diperoleh hasil sebagai berikut sebagai berikut:
nyeri diam T0= tidak nyeri (nilai 1)  pada T5= tidak nyeri (nilai 0), nyeri gerak T0=nyeri cukup berat (nilai 4) pada T5= nyeri ringan (nilai 2), nyeri tekan T0=nyeri cukup berat (nilai 6) pada T5 = nyeri tidak begitu berat (nilai 4)., kekuatan otot ekstensor wrist dextra T0= 4, pada T5= 5, Fleksor wrist dextra T0=4 pada T5=5, ulnar deviasi,radial deviasi  T0=5 pada T5= 5, Lingkup Gerak Sendi wrist aktif bidang sagital T0= (60-0-50)pada T5 = (55-0-60)o , bidang frontal T0 =(20-0-30)o , pada T5= =(23-0-33)

Full Text:

PDF

References


Apriyanda. (2017). Gambaran kejadian gejala Carpal Tunnelsyndrome ( Cts ) Pada Pekerja Pemarut Kelapadi Pasar-Pasar Tradisional Kota Pontianak Gambaran Kejadian Gejala Carpal Tunnelsyndrome ( Cts ) Pada Pekerja Pemarut Kelapa Dipasar-Pasar.

Faidah, N., & Rakasiwi, A. M. (2014). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Carpal Tunnel Syndrome ( Cts ) Dextra Dengan Modalitas Ultrasound ( Us ) Dan Terapi Latihan Di Rsud Bendan Kota Pekalongan Y : Z : Program Fisioterapi Permasalahan Yang Timbul Sebelum Cara Melakukan Interview Dan S. Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 27(1), 55–64.

Mallapiang, F., & Wahyudi, A. A. (2014). Gambaran Faktor Pekerjaan Dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (Cts) Pada Pengrajin Batu Tatakan Di Desa Lempang Kec.Tanete Riaja Kabupaten Barru Tahun 2015. Public Health Science Journal, 6(2), 19–25.

Prakoso, T. D., & Kurniawaty, E. (2017). A Women Aged 65 Years With Carpal Tunnel Syndrome. J Medula Unila, 7, 144–149.

Purnomo, D., Amin, A. A., & Ardiningsih, R. C. (2017). Pengaruh Ultrasound Dan Terapi Latihan Pada Carpal Tunnel Syndrome. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 1(2), 34–42. Https://Doi.Org/10.33660/Jfrwhs.V1i2.58

Salawati, L. (2014). Carpal Tunel Syndrome. 1, 29–37.

Salim, D. (2017). Penegakan Diagnosis Dan Penatalaksanaan Carpal Tunnel Syndrome. J. Kedokt Meditek, 23(6), 67–70.Http://Ejournal.Ukrida.Ac.Id/Ojs/Index.Php/Meditek/Article/View/1568

Sinuhaji, S. (2020). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrom Di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2016 Simson Sinuhaji. Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 10(2), 206–209.


Refbacks