Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) Aktif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Lansia

Adriani Suwito, Nurfatma Sary

Abstract


Musculoskeletal system disorders of weakness in the muscles of the elderly are common. Actions that can be taken to reduce complaints of the elderly are with range of motion (ROM) exercises. The purpose of this study was to determine the effect of active range of motion (ROM) exercises on increasing the strength of lower limb muscles in the elderly. Pre-experimental research design with one group pre-test and post-test. By means of purposive sampling with 6 respondents. Giving intervention as much as 6 times exercise for 3 weeks with a frequency of 2 times a day . It takes 10 minutes with 3 repetitions of movements. Analysis was performed by paired dependent T-test samples. The results showed that the average lower limb muscle strength in the elderly before active ROM exercises were the hip region = 3.03317, the knee region = 3.44433, the ankle region = 3.24300, the toe region = 3.31950. While the average lower limb muscle strength after active ROM exercises are the hip region = 3.22117, knee region = 3.76367, ankle region = 3.51383, toe area = 3.86800, with hip value p = 0.028, knee p = 0.002, ankle p = 0.002, toe p = 0,000. Based on the results of the study it can be concluded that there is an effect of active range of motion (ROM) exercises on increasing muscle strength in the elderly. This research is expected to be a consideration for the elderly orphanages in order to make the range of motion (ROM) as an exercise program to increase muscle strength in the elderly.


Full Text:

PDF

References


Astrid et al. 2011. “Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot, Luas Gerak Sendi, Dan Kemampuan Fungsional Pasien Stroke di RS Sint Carolus Jakarta”. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan. Vol. 1, No. 4, Juni 2011 :175-182.

Badan Pusat Statistik. 2015. Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat,2010, 2014, dan 2015. Sumatera Barat.

Chaidir & Zuardi. 2014. “Pengaruh Latihan Range Of Motion Pada Ekstremitas Atas Dengan Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragi Di Ruang Rawat Stroke RSSN Bukittinggi Tahun 2012”. „Afiyah Vol 1 No 1 Januari 2014.

Depkes, RI. 2015. Demografi Populasi Penduduk Lanjuut Usia di Dunia dan Indonesia. Jakarta.

Dewi. 2014. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Deepublish.

Hidayat. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.

Imron et al. 2015. “Pengaruh Latihan ROM Aktif Terhadap Keaktifan Fisik Pada Lansia di Dusun Karang Templek Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember”. Jurnal Edu Health. Vol. 5, No. 1, April 2015.

Kemenkes, RI. 2015. Situasi Lanjut Usia

(LANSIA) di Indonesia. Jakarta

Kozier, et al. 2004. Fundamental of Nursing : Conceps, Process, and Practice (7th Ed.). Jakarta : EGC.

Kurnia. 2017. “Pengaruh Pemberian Terapi Latihan dengan Metode Proprioceptive Neuromuscular Facilitation Untuk

Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di RSSN Bukittinggi Tahun

”. (skripsi). Bukittinggi : Program Studi Ilmu Keperawatan, Stikes Fort De Kock Bukittinggi.

Lukman & Ningsih. 2011. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : Salemba Medika.

Maimurahman, et al. 2012. “Keefektifan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke”. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Mudrikhah. 2012. “Pengaruh Latihan Range Of Motion Aktif Terhadap Peningkatan Rentang Gerak Sendi Dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lanjut Usia Di Panti Werda Dharma Bakti Surakarta”. Jurnal Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Muttaqin. 2011. Buku Ajara Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta : Salemba Medika.

Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nugroho. 2008. Keperawatan Gerontik dan Greiatrik. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Olviani, et al. 2017. “Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Aktif – Asistif (Spherical Grip) Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Di Ruang Rawat Inap Penyakit Syaraf (Seruni) RSUD Ulin Banjarmasin”. Dinamika Kesehatan Vol 8 No 1 Juli

Padila. 2013. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Nuha Medika.

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Pudjiastuti & Utomo. 2003. Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Rhestifujiyanti et al. 2015. “Comparison of Muscle Strength in Stroke Patients Between The Given And Not Given Range Of Motion Exercise”. Nurse Media Journal of Nursing. Vol. 5, No. 2, 2015.

Safaah et al. 2017. “Effectiveness Of Isometric And Range Of Motion (ROM) Exercise Toward Elderly Muscle Strenght In Pasuruan Integrated Service Unit, Elderly Social Service In Lamongan. Journal Biomedical Engineering. Vol. 3, No. 1, 2017.

Sahmad et al. 2016. “Pengaruh Pemberian Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Sendi Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Minaula Kendari”. Jurnal Kesehatan Manarang. Vol. 2, No. 2, Desember 2016

: 2528-5602. (21 Oktober 2017).

Setiadi. 2013. Konsep dan Penulisan Riset

Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

So‟emah. 2014. “Pengaruh Latihan ROM (Range Of Motion) Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Pada Pasien CVA Infark Di Ruang Pajajaran RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari Mojokerto”. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Stanley & Beare. 2007. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sukmaningrum. 2012. “Efektivitas Range Of Motion (ROM) Aktif – Asitif : Spherical Grip Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke

Di RSUD Tugurejo Semarang”. Jurnal

Keperwatan 2012.

Suratun et al. 2008. Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal : Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Tamher & Noorkasiani. 2009. Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Tseng et al. 2007. “Effect Of A Range Of Motion Exercis Programme”. Journal of Advanced Nursing 57(2), 181-191.

Uda et al. 2016. “Latihan Range Of Motion Berpengaruh Terhadap Mobilitas Fisik pada Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso Yogyakarta”. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. Vol. 4, No. 3, Tahun 2016 :

-177

Wahyuningsih et al. “Pengaruh Range Of Motion Aktif (Clyndrical Grip) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragik”. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Widuri. 2010. Kebutuhan Dasar Manusia (aspek mobilitas dan istirahat tidur). Yogyakarta

: Gyosen Publishing.

Yuwitri. 2016. “Pengaruh Latihan ROM Aktif- Asistif (Spherical Grip) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pasien Stroke Non Hemoragik di Ruangan Neurologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016”. (Skripsi) . Bukittinggi : Program Ilmu Keperawatan, Stikes Fort De Kock Bukittinggi.




DOI: http://dx.doi.org/10.32883/rnj.v2i3.564

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.32883/rnj.v2i3.564.g149

Refbacks

  • There are currently no refbacks.